Halaman

Tampilkan postingan dengan label Festival Musim Gugur Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Festival Musim Gugur Jepang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

Shichi Go San

Shichi-Go-San (七五三 Shichigosan, 3, 5, 7) adalah nama upacara di Jepang yang merayakan pertumbuhan anak berusia 3, 5, dan 7 tahun. Perayaan dilakukan setiap tahun sekitar tanggal 15 November dan bukan merupakan hari libur.

Peserta perayaan adalah anak laki-laki berusia 3 dan 5 tahun, dan anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun. Umur-umur tersebut dipercaya sebagai tonggak sejarah dalam kehidupan, dan angka-angka ganjil menurut tradisi Tionghoa dipercaya membawa keberuntungan. Anak-anak yang cukup umur sebagai peserta Shichi Go San didandani dengan kimono dan dibawa ke kuil Shinto untuk didoakan.
Anak-anak yang merayakan Shichi Go San mendapat hadiah permen panjang yang disebut permen chitose (千歳飴 chitoseame, permen seribu tahun) yang dipercaya membuat anak sehat dan panjang umur. Kantong tempat permen chitoseame bergambar kura-kura dan burung jenjang yang merupakan simbol umur panjang.
Di zaman dulu, angka kematian anak kecil sangat tinggi sehingga lahir tradisi merayakan anak-anak yang berhasil mencapai usia tertentu di kalangan keluarga petani di Jepang. Tradisi ini meluas ke kalangan samurai yang menambahkan sejumlah upacara.

Anak perempuan dan anak laki-laki berusia 3 tahun mengikuti upacara Kamioki yang menandai mulai dipanjangkannya rambut anak setelah sebelumnya selalu dicukur habis. Anak usia 5 tahun mengikuti upacara Hakama-gi yang menandai pertama kali anak mulai memakai hakama dan haori. Anak perempuan mengikuti upacara Obitoki Himo-otoshi yang menandai pergantian kimono yang dipakai anak perempuan, dari kimono anak-anak yang bertali menjadi kimono berikut obi seperti yang digunakan orang dewasa.
Sejak kalender Gregorian digunakan di Jepang, perayaan dilangsungkan pada 15 November. Di zaman sekarang, waktu membawa anak ke kuil sebagai Shichi Go San sudah disesuaikan dengan waktu libur orangtua. Anak boleh dibawa kapan saja ke kuil di sepanjang bulan November (hari Sabtu, Minggu, atau hari libur), dan tidak harus persis di tanggal 15 November. Di Hokkaido dan daerah-daerah dengan musim dingin yang sangat dingin, udara sudah dingin di sekitar 15 November sehingga perayaan sering dilakukan sebulan lebih awal pada 15 Oktober.

Kamis, 26 Desember 2013

Jidai Matsuri




Jidai Matsuri (時代祭, Festival Zaman) adalah prosesi yang diselenggarakan setahun sekali setiap tanggal 22 Oktober di kota Kyoto, Jepang. Festival ini pertama kali diselenggarakan tahun 1895 untuk memperingati berdirinya kuil Heian Jingū, sekaligus memperingati 1.100 tahun berdirinya ibu kota Heian-kyō (Kyoto).

Prosesi dimulai dari Istana Kekaisaran Kyoto (Kyōto Gosho) menuju kuil Heian Jingū melalui jalan-jalan utama di kota Kyoto. Prosesi diikuti kelompok peserta yang mengenakan pakaian seperti yang dikenakan orang zaman dulu di Jepang. Busana yang diperagakan adalah gaya busana orang Jepang di zaman Restorasi Meiji hingga zaman Heian. Sejak tahun 2007, prosesi juga menampilkan kelompok peserta yang mengenakan busana orang Jepang pada zaman Muromachi.

Jidai Matsuri diselenggarakan oleh Heian Kōsha yang merupakan gabungan dari 10 organisasi yang bergerak dalam bidang pemeliharaan dan pelestarian kuil Heian Jingū. Prosesi diawali kelompok peserta berkostum zaman Restorasi Meiji, diikuti kelompok peserta berkostum zaman Edo, dan terus surut ke belakang ke zaman Azuchi-Momoyama, "zaman Yoshino", zaman Kamakura, dan diakhiri dengan kelompok zaman Enryaku. Prosesi juga diikuti iring-iringan peserta yang memerankan bangsawan klan Fujiwara.


Iring-iringan peserta kelompok Restorasi Meiji diawali peserta yang memerankan tentara kekaisaran Meiji dari Pasukan Yamaguni (Yamaguni-tai) yang merupakan korps penembak jitu. Prosesi diikuti sekitar 2000 orang peserta yang membentuk iring-iringan sepanjang 2 kilometer di jalan-jalan kota Kyoto. Perjalanan 4,5 km memakan waktu sekitar 3 jam. Prosesi ditutup dengan iring-iringan mikoshi dan objek penyembahan di kuil Heian Jingū.

Hingga penyelenggaraan tahun 2006, prosesi tidak diikuti oleh peserta yang mengenakan kostum zaman Muromachi. Sewaktu pertama kali Jidai Matsuri dilangsungkan, pemerintah Meiji tidak mengakui adanya zaman Muromachi. Istana Utara yang didirikan shogun Ashikaga Takauji di Kyoto dianggap "tidak ada". Kaisar yang diakui adalah Kaisar Godaigo yang mendirikan Istana Selatan dalam pengungsian di Yoshino. Berdasarkan alasan yang sama, peserta dari zaman Nanboku-cho disebut sebagai peserta dari "zaman Yoshino". Keadaan berubah pada tahun 2007. Dalam rangka memperingati 1200 tahun wafatnya Kaisar Kammu, pelaksanaan Jidai Matsuri mulai mengikutsertakan iring-iringan peserta dari zaman Muromachi.

Festival Nagasaki Kunchi



Nagasaki Kunchi (長崎くんち) atau Nagasaki Okunchi adalah festival musim gugur di kota Nagasaki, Jepang. Selama 3 hari penyelenggaraan (7 Oktober hingga 9 Oktober) ditampilkan atraksi kesenian seperti arak-arakan dan tari.

Atraksi kesenian yang ditampilkan dalam festival ini mencerminkankan sejarah dan pengaruh budaya asing di Nagasaki. Tarian persembahan (hōnō odori) seperti Jaodori (Tari Naga), Kujira no Shiofuki (Paus Menyemburkan Air), Kokkodesho (taiko), dan tari Oranda Manzai dipengaruhi budaya Cina, Portugal, dan Belanda.

Istilah kunchi dalam Nagasaki Kunchi berasal dari kata kunichi (99) (tanggal 9 bulan 9) yang bertepatan dengan Festival Bunga Seruni (Chōyō no Sekku) menurut kalender lama.
Matsuri yang diselenggarakan Kuil Suwa ini ditetapkan pemerintah Jepang sebagai Warisan Budaya Nonbendawi Jepang sejak 3 Februari 1979. Nagasaki Kunchi bermula dari tari komai (小舞) (yōkyoku) yang dibawakan oleh dua orang wanita penghibur (yūjo) bernama Takao dan Otowa pada tahun 1634.  Pada awalnya perayaan ini dimaksudkan sebagai bentuk tekanan terhadap Kakure Kirishitan yang dilakukan pemerintah keshogunan. 
Festival diselenggarakan oleh kelompok tari yang bertugas untuk tahun tersebut. Setiap blok memiliki kesenian khas yang disebut dashimono untuk dipersembahkan kepada kuil. Kesenian khas dari masing-masing blok antara lain berupa kendaraan berhias dalam bentuk perahu di sungai atau perahu Cina yang diberi roda.

Setiap blok di kota Nagasaki mendapat kesempatan mempersembahkan kesenian khas masing-masing blok setiap 7 tahun sekali. Blok yang mendapat giliran pada tahun itu disebut Odori-chō (blok tari).